|
Oleh Webmaster
|
|
Senin, 13 Februari 2012 08:39 |
|
Kampung Kali News--Senin, 13 Februari 2012 SMP Negeri 3 Semarang mendapat kunjungan silaturahim dari Polrestabes Semarang. Kunjungan Bapak-bapak polisi ini bertujuan untuk beramah tamah secara langsung dengan civitas academica SMPN 3, sekaligus memberikan pengarahan tentang kesadaran berdisiplin dan menjaga diri dari narkoba dan pergaulan bebas.
Dalam sambutannya, Kapolrestabes mengatakanbahwa sekarang banyak fenomena perilaku anak usia pelajar yang memusingkan orang tua. Sebagai contoh di wilayah hukum Polres Semarang Barat ada sekelompok remaja yang membentuk
sebuah geng. Pimpinan geng ini masih berusia 15 tahun. Yang membuat 'miris' adalah semboyan mereka, yaitu "Lawan Orang Tua," sehingga perilaku mereka juga sangat berbahaya. Telah terbukti, mereka mabuk-mabukan, bahkan melakukan pembunuhan. Ini terjadi karena pergaulan yang salah.
Contoh lain adalah penyalahgunaan narkoba. Beliau mencontohkan Afriani yang menabrak pejalan kaki di Jakarta dan menyebabkan 9 nyawa melayang. Pada saat mengendarai mobil, dia ada di bawah pengaruh narkoba karena sebelumya telah berpesta dengan teman-temannya. Padahal, Afriani di rumah adalah anak yang baik. Rajin, dan berbakti kepada orang tua.
Di Makasar terjadi kasus serupa. Seorang pelajar SMP menabrak 15 pejalan kaki dan beberapa kendaraan lain dengan Honda Jazz. Padahal anak usia SMP belum boleh memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). Emosi anak usia SMP masih labil sehingga tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor sendiri. Di Semarang ditengarai banyak pelajar SMP membawa sepeda motor, kemudian dititipkan di dekat sekolah. Cara seperti ini seperti mengelabui para guru dengan seolah-olah hanya berjalan kaki ke sekolah. Beliau berpesan, agar hal semacam ini tidak dilakukan oleh siswa SMP 3.
|
|
Terakhir Diupdate pada Rabu, 22 Februari 2012 23:28 |
0 Comments