Persiapan Pembukaan Dugderan

Menjelang Ramadan, Kota Semarang memiliki tradisi unik, yaitu Dugderan. Untuk memeriahkan dugderan, siswa SMP 3 Semarang berpartisipasi antara lain dalam menyiapkan manggar. Seperti terlihat pagi ini, sejumlah pegurus OSIS menyiapkan manggar untuk persiapan upacara pembukaan.

Dikutip dari Wikipedia Indonesia, berikut ulasan entang dugderan. 

Dugderan merupakan festival khas Kota Semarang yang menandai dimulainya ibadah puasa di bulan suci Ramadan yang diadakan Perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api.  (nama “dugderan” merupakan onomatope dari suara letusan). “Dug” yang berarti bunyi yang berasal dari bedug yang dibunyikan saat ingin salat Magrib. Sementara “deran” adalah suara dari mercon yang dimeriahkan oleh kegiatan ini.

Tradisi dugderan ini telah diadakan sejak tahun 1882 pada masa Kebupatian Semarang di bawah kepemimpinan Bupati R.M. Tumenggung Ario Purbaningrat. Perayaan yang telah dimulai sejak zaman kolonial ini dahulu dipusatkan di kawasan Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Semarang (Masjid Kauman) yang berada di pusat kota lama Semarng dekat Pasar Johar.

Leave a Reply